Me, a Father!

5 12 2008

mahdi.JPG

By time being, i just realized that it has been years now my Mahdi and Maipa grew up under my eyes. Grew up together as well as me as their parents, trying to be the better one for them. There were so many amazing moments captured in my mind while seeing their began to walk, touch and reach, and especially the words. Many unpredictable and suprisefull words speak out from their small lips and always make me smile, even laugh but evenmore trying to learn anything from it. Make me so thankful to the God who has given me a time and chance to be their beloved parents.

 

maipa.JPG

I always try to make their eyes as my eyes, seeing and thinking through the world by the way they think and see. Never prejudice them by and as what we did, as old man with complicated and even absurd standard. They are growing with their own world, and obviously a world with a totally different with what we had. Especially on how to manage and explore the new environment those appears time by time. We can led them by introducing what we did, but surely it will only became no more just a reference for them. They have their own world!

 

A thing that make me so happy being a human is when they happily recognize me as one of the best thing in the world, me a father!

bertiga-cinta.jpg





Catatan singkat di ulang tahun pernikahan kita yang ke-4

18 11 2008


foto-rusle-irma.jpg

 

 

Kita seperti dua tukang batu yang sedang asik bekerja. Aku sibuk memoles batu gunung di pondasi rumah kita, dirimu mengayak pasir kerikil dan dicampurkan dengan semen beton. Aku sedang menganyam tulangan pengikat pada balok yang dibentang pada pondasi, dirimu mengayunkan satu dua sekop beton curah pada lantai persegi. Kita sungguh sangat sibuknya. Di kepala kita, ada gambar bangunan nan indah disana.

Rumah yang sedang kita bangun tentu masih jauh dari sempurna. Hari ini baru pondasi saja, itupun masih aku harus selesaikan disana sini. Dirimu masih belum selesai mengguyur beton curah ke seluruh muka rumah. Dan kita masih terus asik bekerja. Belum ada dinding, pintu, tangga, apalagi atap. Baru setinggi mata kaki saja. Di kepala kita, ada gambar bangunan nan ceria disana.

Di halaman yang tak begitu luas, baru tertanam dua pohon mangga. Pohon yang masih kecil, belum bisa menghasilkan buah. Mangga, buah itu, dirimu tahu sungguh aku selalu menginginkannya. Di kepala kita, ada gambar pohon nan rimbun dengan buahnya disana.

Kita seperti dua tukang batu yang sedang asik bekerja, juga bermain. Sesekali dirimu cemberut kala kugoda dengan terlalu, sekali lain aku yang merengut kala dirimu tak mau tertawa. Di kepala kita, ada gambar bangunan nan bahagia disana.

Di kepala kita, ada gambar bangunan sempurna disana. Tapi entah kapan bangunan itu terwujud. Kita masih asik bekerja.





Catatan singkat di ulang tahun pernikahan kita yang ke-4

18 11 2008


foto-rusle-irma.jpg

 

 

Kita seperti dua tukang batu yang sedang asik bekerja. Aku sibuk memoles batu gunung di pondasi rumah kita, dirimu mengayak pasir kerikil dan dicampurkan dengan semen beton. Aku sedang menganyam tulangan pengikat pada balok yang dibentang pada pondasi, dirimu mengayunkan satu dua sekop beton curah pada lantai persegi. Kita sungguh sangat sibuknya. Di kepala kita, ada gambar bangunan nan indah disana.

Rumah yang sedang kita bangun tentu masih jauh dari sempurna. Hari ini baru pondasi saja, itupun masih aku harus selesaikan disana sini. Dirimu masih belum selesai mengguyur beton curah ke seluruh muka rumah. Dan kita masih terus asik bekerja. Belum ada dinding, pintu, tangga, apalagi atap. Baru setinggi mata kaki saja. Di kepala kita, ada gambar bangunan nan ceria disana.

Di halaman yang tak begitu luas, baru tertanam dua pohon mangga. Pohon yang masih kecil, belum bisa menghasilkan buah. Mangga, buah itu, dirimu tahu sungguh aku selalu menginginkannya. Di kepala kita, ada gambar pohon nan rimbun dengan buahnya disana.

Kita seperti dua tukang batu yang sedang asik bekerja, juga bermain. Sesekali dirimu cemberut kala kugoda dengan terlalu, sekali lain aku yang merengut kala dirimu tak mau tertawa. Di kepala kita, ada gambar bangunan nan bahagia disana.

Di kepala kita, ada gambar bangunan sempurna disana. Tapi entah kapan bangunan itu terwujud. Kita masih asik bekerja.





Pacar Mahdi

26 05 2008

Ah, akhirnya ada yang bersedia jadi pacar Mahdi…

baca di: PacarkuW





Maipa Deapati – January – Maret 2008

19 03 2008

RS045996January 2008

RS045993

Awal February 2008, di atas pesawat Airasia

Maipa di Pesawat

Mahdi dan Maipa, Maret 2008

RS068716





Here I am! Maipa Deapati

3 02 2008

maipaku-2.JPG

Sekedar mengabarkan berita dan membagi rasa bahagia kami, juga
berharap doa dan restu tulus dari rekan semua.

Alhamdulillah, telah lahir anak ke-2 kami, seorang putri cinta bernama
MAIPA DEAPATI NOERTIKA, malam tgl 14 Nov 2007, atau 4 Dzulqaidah
1428 jam 23.03 WITA di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan, dgn bantuan Dr Bisma, SpOG.

Berat lahir 2,85kg, panjang 49cm. Proses normal dan mudah,
alhamdulilah. Saat ini kondisi ibu dan anak sehat wal afiat.

Mhn doanya. Foto dibawah dengan Pejuang ku with her baby! Saya ikut menyaksikan detik2 perjuangan My Lovely wife mengarungi samudera hidup itu. Luar Biasa!

maipa-dan-mama.JPG

Berikut adalah Sanjak Hadiah keLahiran dari Kak Lily Yulianti – Panyingkul;

Ruslee,
ini sajak yang ditulis farid sewaktu fawwaz lahir 9 tahun lalu. Telah saya gubah jadi lagu dan kadang dinyanyikan secara terbatas di rumah kami.

Hari ini, saya persembahkan untuk Anakda Maipa Deapati:
(nada dasar A (alias nada apasaja hehehe))

tangismu, anakku
tangismu, apa yang hendak kau katakan?
cintaku akan melindungimu

seperti juga melindungi ibumu
yang tergolek-lunglai-manja
seusai melewati samudera
yang tak pernah terbayangkan
bagi para lelaki

tangismu yang pertama, anakku
apa yang ingin kau sampaikan?
dunia begitu tak menentu
tak bisa kujanjikan kebahagiaan
hanya kasih sayang
seperti matahari
setia menyentuh bumi
ingin menyentuh hatimu

Foto-foto lainnya, silahkan diteruskeun: Read the rest of this entry »